Abstrak Studi Deskriptif mengenai Organizational Citizenship Behaviour (OVB) pada Perawat Rawat Inap I Rumah Sakit “X” Bandung


       Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran mengenai derajat Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada perawat Ruang Rawat Inap I (RI I) Rumah Sakit “X” Bandung.

           Menurut Organ (2006), OCB merupakan individu yang bebas, tidak tertulis dalam job description-nya, tidak berkaitan secara langsung dengan sistem reward OCB namun jika perilaku tersebut dilakukan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi, yang dimanifestasikan dalam lima dimensi yaitu altruism, conscientiousness, sportsmanship, courtesy dan civic virtue. OCB tidak terlepas faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari morale (satisfaction, fairness, affective commitment, leader consideration) dan personality (agreeableness, conscientiousness, emotional stability dan extraversion). Faktor eksternal terdiri karakteristik tugas (task autonomy, task significane, task feedback, task identity, task variety (routinization), task interdependence, goal interdependence), karakteristik kelompok, karakteristik organisasi dan perilaku pemimpin.

       Penelitian ini dikelompokan pada penelitian deskriptif yang dilakukan dengan tehnik survei. Data diambil dari sampel yang memenuhi syarat terbanyak 30 orang. Alat Ukur yang digunakan adalah Kuisioner OCB yang disusun berdasarkan teori OCB dari Organ yang dimodifikasi oleh Podsakoff, Mackenzie, Moorman, dan Fetter. Berdasarkan uji validitas dengan menggunakan Rank Spearman dengan jumlah keseluruhan 73 item, dengan hasil validitas 0,304 – 0,917. Uji reabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan hasil 0,939 yang berarti memiliki derajat reliabilitas yang sangat tinggi. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan tehnik frekuensi dan tabulasi silang.

                Berdasarkan hasil penelitian, diketahui 96,7% perawat rawat inap I (RI I) Rumah Sakit “X” Bandung memiliki OCB pada derajat rendah. Pada kelompok yang berderajat tinggi, 3,4% memiliki tingkat dimensi altruism, conscientiousness, sportsmanship, courtesy dan civic virtue yang rendah. Pada kelompok yang berderajat rendah memiliki tingkat dimensi dimensi conscientiousness dan civic virtue yang tinggi.

                Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian tentang OCB dengan sampel perawat berjenis kelamin laki-laki. Bagi upaya untuk mempertahankan OCB yang dimiliki oleh perawat Rumah Sakit “X” Bandung.

 

 

BACK