Abstrak Pelaksanaan Triage oleh Perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel Bandung.

 

Triage pertama kali diterapkan  di ruang gawat darurat sejak tahun 1950/1960 dengan alasan adanya peningkatan kunjungan  diruang gawat darurat dan meningkatnya penggunaan  untuk pelayanan yang tidak mendesak (non urgent) dengan alasn tersebut perlu adanya penataan alur pasien di instalasi gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran ”Pelaksanaan Triage Oleh Perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit  Immanuel  Bandung”.Penelitiaan ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  yang pengumpulan datanya  secara observasi. Sampel  penelitiaan adalah  kegiatan pelaksanaan triage oleh perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel Bandung. Sampel dalam penelitiaan ini menggunakan  accidental sampling  sebanyak 96 kegiatan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah  standar operasional prosedur  triage di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel Bandung yang telah dimodifikasi dan telah disesuaikan dengan kebutuhan peelitian. Instrumen observasi cek list terdiridari 10 item cek list. Hasil penelitian untuk variabel kegiatan survey primer didapatkan hasil  kategori baik (0%), cukup (66%), kurang (34%),  untuk variabel prinsip seleksi didapatkan hasil  kategori baik (0%), cukup (72%) dan  kurang (28%), penilaian prioritas didapatkan hasil baik (96%),cukup (0 dan kurang (4%). kegiatan tindakan  triage dengan hasil kategori cukup (66%). Hasil penelitiaan ini dapat dijadikan data dasar untuk meningkatkan kualitas.Saran   bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap perawat IGD dalam kegiatan pelaksanaan triage, adanya petugas triage yang ditetapkan  pada setiap shift untuk mengantisipasi  pada saat meningkatnya  kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat.


Daftar pustaka          : 22 buku (1999-2007)

Kata kunci                 : Triage,Perawat, IGD

 

 

BACK