Abstrak Gambaran Kepuasan Klien terhadap Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Kelas I dan VIP Rumah Sakit Immanuel Bandung

 

Kepuasan klien terhadap pelayanan keperawatan dapat diukur dengan pendekatan kualitas yaitu faktor–faktor  yang mempengaruhi persepsi klien terhadap mutu pelayanan.  Ruang perawatan kelas I dan VIP Rumah Sakit Immanuel memiliki kesibukan yang cukup tinggi (BOR >80%).Tingkat kepuasan klien pada bulan Juli-September 2009 cukup baik berkisar dari cukup puas–sangat puas. Data kepuasan tersebut belum menggambarkan tingkat kepuasan dilihat dari aspek dimensi kepuasan yang meliputi penjelasan/pemberian informasi, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Populasi pada penelitian ini seluruh klien dewasa yang rawat inap di kelas I dan VIP Rumah Sakit Immanuel Bandung dalam 1 minggu pada bulan Januari 2010 dalam keadaan sadar  berjumlah 75 orang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen penelitian yang dipilih dan digunakan adalah angket tertutup dalam bentuk checklist,. Uji validitas yang digunakan menggunakan rumus rank-difference correlation yang juga dikenal dengan Spearman's rho  memperoleh koefisien validitas lebih besar dari 0,40 sehingga soal-soal pada kuesioner yang dibuat menjadi valid.Uji reliabilitas instrumen, digunakan formulasi Alpha Cronchbach. Koefisien reliabilitas perangkat instrumen dianggap signifikan jika harga p untuk koefisien reliabilitas lebih kecil dari 0,05 (p value <0,05). Hasil yang didapat adalah sebesar 0,951 sehingga soal-soal yang dirancang dinyatakan reliabel. Kriteria kepuasan klien ≥90% dinyatakan puas dan ≤90 % dinyatakan tidak puas. Hasil penelitian secara umum menggambarkan bahwa klien merasa puas dengan pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Inap kelas I dan VIP  berdasarkan dari lima dimensi kepuasan dengan hasil terhadap Penjelasan/ Pemberian Informasi 85,12%, Keandalan 94,53%, Daya tanggap 91,22%, Jaminan 91,24% dan Empati 88,17%. Kesimpulan penelitian ini  faktor Penjelasan/ Pemberian Informasi dan Empati mempunyai nilai terendah hal ini disebabkan karena adanya komposisi yang kurang seimbang antara perawat senior dan yunior di setiap ruangan yang berdampak pada pengalaman memberi layanan keperawatan serta pengembangan diri yang bervariasi.

 

Kata kunci                 : Tingkat kepuasan,Dimensi kepuasan,Pelayanan keperawatan

Daftar pustaka          : 23 buah ( 1991-2009)

 

 

BACK