Edukasi Jatuh dan Vitamin D oleh dr Vera, SpPD-KGer
Thursday, 25 September 2014 07:54

Jatuh  dan Vitamin D

dr Vera, SpPD-KGer

Senior Clinic RS Immanuel Bandung


 

         Jatuh merupakan penyebab terbanyak warga usia lanjut masuk rumah sakit, karena sering mengakibatkan trauma serius, seperti patah tulang panggul, perdarahan dalam tempurung kepala, bahkan kematian. Implikasi lain dari jatuh adalah timbulnya rasa takut jatuh dan hilangnya rasa percaya diri untuk berjalan sedemikian sehingga warga usia lanjut cenderung membatasi aktivitasnya sehari-hari. Pembatasan ini dapat menurunkan kemandirian dan memperburuk kualitas hidup warga usia lanjut. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya jatuh pada warga usia lanjut.

Upaya pencegahan jatuh dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko jatuh. Faktor risiko jatuh pada warga usia lanjut dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni: faktor intrinsik (dari dalam pasien) dan faktor ekstrinsik (dari luar pasien). Faktor intrinsik meliputi: penyakit yang diderita pasien, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan (pasca stroke, osteoarthritis lutut), kelemahan otot tungkai bawah. Faktor ekstrinsik meliputi: lingkungan (lantai licin, permukaan lantai tidak rata, penerangan ruangan tidak memadai), obat-obatan yang mempengaruhi keseimbangan (obat tidur), pemilihan alat bantu jalan yang keliru.

 Hipovitaminosis D (=kekurangan vitamin D) dapat meningkatkan risiko jatuh karena vitamin D diperlukan dalam kontraksi otot dan memelihara keseimbangan tubuh. Di samping jatuh berulang, gejala lain dari hipovitaminosis D adalah nyeri tulang (terutama rangka tulang dada, bahu, panggul, tulang punggung), nyeri otot, dan kelemahan otot tungkai bawah yang ditandai dengan kesulitan naik tangga. Vitamin D terutama diperoleh dari paparan sinar matahari, sebagian kecil diperoleh dari makanan seperti: produk susu olahan dan ikan. Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi penurunan aktivitas di luar rumah sehingga paparan sinar matahari berkurang. Selain itu, pada warga usia lanjut, terjadi penurunan daya serap kulit terhadap sinar ultraviolet.

***