Info Kesehatan
Perawatan Endodontik
Tuesday, 29 January 2013 07:56

                                                                                                 Perawatan Endodontik,
                                                                               Solusi perawatan pada radang dan Infeksi Gigi

Memiliki gigi yang sehat adalah impian setiap orang, sebab selain berfungsi sebagai alat pengunyah, gigi – geligi juga memiliki fungsi untuk menunjang penampilan seseorang. Apabila tidak dijaga kebersihannya, gigi dapat menimbulkan masalah seperti karang gigi, gigi berlubang, atau gusi berdarah. Pada umumnya masyarakat, bila mengalami masalah gigi berlubang dan sakit maka akan langsung meminta dokter gigi untuk mencabut giginya, tindakan seperti ini harus dihindari, karena akan menimbulkan banyak kerugian. Padahal dengan kemajuan teknologi di bidang Kedokteran Gigi, dimana gigi yang mengalami kerusakan masih dapat dirawat, dipertahankan dan dikembalikan fungsinya seperti semula dengan perawatan endodontik.
Endodontik adalah cabang Ilmu Kedokteran Gigi yang menangani penyakit saluran akar gigi, pulpa gigi, dan jaringan di sekitarnya. Gigi terdiri dari struktur yang keras yang mengelilingi jaringan hidup dan lunak yang disebut pulpa ("saraf gigi"). Pulpa berisi pembuluh darah, serat dan saraf. Tujuan dari perawatan endodontik adalah untuk mempertahankan gigi yang mengalami kerusakan yang melibatkan saraf gigi yang disebabkan oleh gigi berlubang , patahnya gigi akibat trauma, serta keausan permukaan kunyah gigi yang hebat. Saluran akar gigi dibersihkan dan dibesarkan serta dibentuk. Obat strilisasi digunakan sebelum dilakukan prosedur pengisian pada saluran akar yang dilanjutkan dengan restorasi paska perawatan endodontik, sehingga gigi yang bebas infeksi dapat dipertahankan dalam rongga mulut selama mungkin.

Drg.Sarintan Silalahi.,SpKG
RS.Immanuel (Immanuel Dental Clinic)
Jl.Kopo no 161 – Bandung.

 
Bising Mengepung
Thursday, 22 November 2012 09:46

 

BISING MENGEPUNG

 

 

Di jaman seperti saat ini, kita manusia disibukkan oleh begitu banyak aktifitas yang menyedot banyak waktu dan tenaga, sehingga masalah kesehatan individual mungkin bisa terlupakan. Hidup jaman modern seperti sekarang ini, dengan perkembangan teknologi disemua bidang, membuat hidup manusia lebih mudah dan berhasil guna. Namun semua itu bukan tanpa resiko dan tanpa efek samping negatif. Salah satu yang mesti sudah harus memperoleh perhatian kita adalah masalah bising (noise) yang disadari atau tidak, hadir disekeliling kita. Hampir setiap hari kita, mulai dari usia yang sangat muda sampai tua, dapat terpapar bising. Apa itu bising dan mengapa ia harus kita waspadai ?

            Bising menurut kamus besar Bahasa Indonesia edisi IV tahun 2008 adalah suara atau bunyi ramai, hiruk-pikuk yang memekakkan telinga, atau secara kesehatan masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan yang tidak menyenangkan yang menggangu masuknya suara yang diinginkan ke dalam telinga atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan oleh WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan. Bising sudah menjadi isu global yang menjadi pemikiran di setiap negara di dunia terutama di negara maju.

            Ada apa dengan bising ini, sehingga harus diwaspadai dan diantisipasi? Dampak bising ternyata sangat luas dan multiefek. Bising menyebabkan gangguan secara fisiologis, psikologis dan auditoris. Secara fisiologis, bising menyebabkan ketegangan otot, penyempitan pembuluh darah, peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut nadi, peningkatan basal metabolisme yang kelamaan akan bermuara pada masalah di pembuluh darah dan jantung. Akibat bising pada aspek psikologis adalah kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, memicu emosi yang labil, cepat lelah dan bermuara pada stres kejiwaan. Dampak yang paling berbahaya adalah adanya gangguan audiotoris (pendengaran) sampai ketulian. Gangguan pendengaran bersifat perlahan sampai progresif pada bagian syaraf pendengaran menyebabkan ketulian yang bersifat menetap. Hal itu terjadi karena pajanan bising atau suara keras yang berintensitas tinggi dalam tenggang waktu yang lama dan berulang.

            Bising dapat bersumber dari dua hal, yaitu dari bising okupasi dan non okupasi. Bising okupasi yaitu bising yang timbul akibat pekerjaan, seperti di pabrik, industri, alat-alat yang digunakan bekerja yang mengeluarkan suara bising. Bising non okupasi yaitu yang didapati dalam lingkungan rumah, tempat hiburan atau jalan raya.

            Bising di pabrik atau industri tentu jelas semestinya dapat diantisipasi karena jelas akan terdengar bising tersebut akibat suara alat-alat tertentu. Menggunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi bising yang diterima telinga dan mengatur waktu pajanan yang diterima. Masalah bising di tempat kerja, sudah diatur dalam peraturan yang mewajibkan berapa lama paparan bising berdasarkan intensitas keras bunyi yang dihasilkan diarea tersebut. seperti tercantum di KepMenaker 51/MEN/1999 tentang Batas Kebisingan Area Kerja yakni: Intensitas bunyi  85 dB (decibel) untuk waktu 8 jam, intensitas bunyi 88 dB untuk waktu 4 jam, intensitas bunyi 91dB untuk waktu 2 jam, intensitas bunyi 94 dB untuk waktu 1 jam, intensitas bunyi 97dB untuk waktu 30 menit, dan intensitas bunyi 100dB untuk waktu 15 menit. Sebagai perbandingan, intensitas bunyi saat kita bercakap-cakap sebesar 40-50 dB, bunyi telepon berdering atau motor distarter sekitar 80-85  dB, bunyi truk sebesar 90 dB, pengeboran jalan sekitar 115 dB, bunyi pesawat jet take off sekitar 120-13 dB.

 

            Namun yang kadang kita lupakan adalah masalah bising yang non okupasional yaitu dalam kehidupan sehari-hari yang kita terima. Seperti betapa asyiknya mendengarkan musik langsung ketelinga kita dengan earphone, tapi hal ini harus dilakukan dengan bijak. Volume suara musik yang langsung diberikan keliang telinga kita dengan intensitas yang keras dan durasi yang lama disertai kerentanan individu maka dapat menyebabkan gangguan pendengaran termasuk pengarun non audiotorik seperti yang sudah dijelaskan diatas. Saat berkendaraan roda dua, banyak yang menggunakan earphone, karena bising lalulintas maka volume ditingkatkan dan berkendara jarak jauh, ini hal yang rentan menyebabkan gangguan pendengaran. Kebiasaan yang sama saat dipesawat terbang, saat di tempat fitness, atau dirumah sampai ketiduran, dimana earphone terus menyajikan musik, berpengaruh bagi pendengaran secara akumulasi yang perlahan tapi pasti. Belum lagi bunyi knalpot motor atau mobil yang sengaja dimodifikasi untuk mengeluarkan suara yang memekakkan telinga.

            Saat waktu yang menyenangkan saat kita bernyanyi dirumah menyanyi, saat dibioskop, saat di konser musik atau tempat tempat live music, dan tempat keramaian lainnya dimana intensitas bunyi yang cukup tinggi terus menerus diterima telinga kita menyebabkan kelelahan bagi telinga dalam yang memungkinkan terjadi gangguan pendengaran. Dipusat perbelanjaan, ditempat-tempat bermain anak, oleh Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, telah meneliti di 10 kota besar di negara kita ini, ternyata rata-rata keras bunyi di tempat itu mencapai  90-97 dB (artinya jangan melebihi satu jam ditempat seperti itu)

            Belum lagi segala macam alat-alat modern yang ada dirumah atau dimobil kita seperti stereo set, home theater, pemutar musik, televisi, gadget, mainan anak yang mengeluarkan suara keras, alat-alat rumah tangga dan perlengkapan dapur serta lainnya adalah sumber bising yang akrab dengan diri kita.

            Teman-teman yang karena hobi atau pekerjaaannya, yang menyebabkan mereka harus selalu terkena paparan bising dan suara tinggi seperti pemain band, pemusik, teknisi suara, studio musik dan lain lain, harus mengantisipasi hal ini karena imbasnya berlaku bagi siapa saja. Juga pada kegiatan sport yang menggunakan pistol atau senapan yang mengeluarkan bunyi kencang. Telinga hanya bisa aman dari bising sepanjang kita dengan bijaksana mengurangi bunyi yang masuk ketelinga kita atau kita menjauh dari sumber bising tersebut. Bahkan  dijalan raya dikota kota besar, bising lalulintas cukup besar intensitasnya yang bisa mencapai 85 dB keatas.  Belum lagi di daerah yang dilalui kereta api, tranportasi udara dan laut, akan ada bunyi yang keras dan rutin yang akan masuk ketelinga mereka yang berdiam didaerah itu.

            Gangguan Pendengaran Akibat bising mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Pendengaran berkurang perlahan-lahan seperti menaikkan volume televisi dari kebiasaan semula, berbicara menjadi lebih keras, dan sampai meminta berulang kali orang mengucapakan kata karena tidak mendengar baik; 2) Telinga berdenging (tinnitus); 3)Sulit memahami percakapan dgn kekerasan biasa; 4) Sulit memahami percakapan di lingkungan bising; dan 5) Distorsi kualitas suara.

 

            Kita yang senang musik, batasi paparan bising dengan mengatur volume alat penghasil musik kita maksimal 60 % kemampuannya dan durasi 1 jam dalam sehari. Hindari berada ditempat yang menghasilkan bunyi keras/bising tersebut. Beri telinga kita waktu beristirahat. Jadikan pemeriksaan audiometri sebagai rutinitas dalam medical check up kita. Semoga pengaruh bising yang berbahaya ini dapat kita sadari bersama. Semoga gangguan pendengaran bisa kita cegah dan akibat seperti mudah stress, marah dan mudah emosi akibat bising tidak berdampak bagi masyarakat kita. Dengan demikian, kita dijaman sekarang ini memang sebaiknya meluangkan waktu mencari keheningan untuk mengistirahatkan telinga dan mendamaikan batin kita demi berkarya lebih baik lagi bagi sesama dan bangsa tercinta ini.

 

Marilah kita semua elemen bangsa tercinta ini agar menumbuh-kembangkan kesadaran dan pemahaman akan bahaya bising. Kita mulai sejak dini dari pribadi kita sendiri; yang kita tularkan ke keluarga kita lalu lingkungan sekitar kita. Karena bahaya yang mengancam bukan pada diri kita tapi masyarakat banyak, termasuk kualitas hidup bangsa kita dimasa datang. Tidak ada kata terlambat, dan upaya itu walau mungkin kecil cakupannya namun jika dilakukan oleh tiap-tiap kita anggota masyarakat, perlahan tapi pasti akan berfaedah dan berdaya guna. Mari kita cermati hal ini lalu kita pelihara dengan baik kesehatan pendengaran kita, Semoga. (oleh: dr. Yan Edwin Bunde, SpTHT)

 

 

 
Gangguan Kesuburan Pada Pasangan Pria dan Wanita
Wednesday, 02 May 2012 09:50

 

oleh: dr. Roni Rowawi,SpOG (K)

Staff bagian ilmu penyakit obstetri dan ginekologi RS. Immanuel

 
Program Pelatihan Pijat Bayi Bagi Orang Tua
Monday, 18 April 2011 09:51

Pijat merupakan seni pengobatan tertua yang dikenal oleh manusia dan merupakan metode pengobatan populer.  Proses kelahiran merupakan pengalaman traumatik bagi bayi karena harus meninggalkan rahim yang dapat memberikan rasa aman, hangat dan nyaman bagi bayi.  Sentuhan dan pijat bayi setelah proses kelahiran memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan rasa aman bayi, terutama apabila dilakukan oleh orangtua baik ayah, ibu atau sanak saudara dan dilakukan setiap hari.

 

Manfaat Pijat bayi diantaranya :

-          Mengurangi stress pada bayi

-          Meningkatkan berat badan anak

-          Meningkatka pertumbuhan

-          Meningkatkan daya tahan tubuh

-          Meningkatkan konsentrasi bayi

-          Membuat bayi tidur lelap

-          Membina ikatan kasih saya orangtua-anak

-          Meningkatkan produksi ASI

 

Program Pelatihan Pijat Bayi Bagi Orang Tua di Instalasi Rehabilitasi Medik, Terapis-terapis berpengalaman akan mengajarkan langkah-langkah Pijat bayi pada para orangtua sesuai dengan usia bayi saat itu, dengan target :

Kunjungan

Materi

Target

1

1.       Informasi seputar pijat bayi

2.       Simulasi

a.       Terapis melakukan pijat pada bayi

b.       Ibu mengamati

1.     Ibu memahami manfaat pijat bayi

2.     Ibu mendapat gambaran bagaimana cara melakukan pijat bayi

3.     Ibu tahu tahapan melakukan pijat bayi

2

Simulasi

1.       Terapis melakkan pijat pada bayi

2.       Ibu melakukan pijat pada boneka

Ibu tahu tahapan melakukan pijat bayi

3

Praktek

1.       Ibu melakukan pijat pada bayi

2.       Terapis mendampingi

Ibu mampu malakukan pijat bayi sendiri, dengan bantuan minimal dari terapis

4

Praktek

1.       Ibu melakukan pijat bayi sendiri

2.       Terapis mendampingi

Ibu mampu melakukan pijat bayi sendiri tanpa bantuan terapis

 

PROGRAM SENAM HAMIL

Bagi setiap wanita, kehamilan merupakan suatu proses yang menakjubkan.  Aktivitas selama masa kehamilan dapat membantu agar proses kehamilan dapat dirasakan lebih menyenangkan.  Melalui Senam hamil dapat membantu menjaga kesehatan Ibu dan anak, selain memberikan rasa rileks pada proses persalinan sehingga mempermudah proses persalinan itu sendiri serta proses pemulihan ibu.

Program senam hamil di Instalasi Rehabilitasi Medik, diperuntukan bagi Ibu hamil yang memasuki trisemester 3, yang akan diajarkan oleh terapis-terapis teralatih.

 

PROGRAM SENAM NIFAS

Nifas adalah masa pemulihan dari proses persalinan, terjadi beberapa jam setelah masa persalinan hingga 6 minggu atau 40 hari.

Dalam masa kehamilan, banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh ibu dan setelah persalinan, tubuh seorarang ibu akan pulih secara perlahan kembali ke kondisi semula. Proses pemulihan ini dapat dibantu melalui senam nifas ini,  dengan membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperbaiki sikap tubuh dan punggung setelah melahirkan, memperbaiki otot tonus, pelvis dan perenggangan otot abdomen  pasca hamil dan memperkuat otot panggul.

Sumber : Rehabilitasi Medik RS Immanuel

Klinik Rehabilitasi Medik RS Immanuel, Lt. 3 Gedung Pusat Diagnostik

Jl. Kopo No. 161 Bandung

 
Talk Show Kesehatan 30 Mei 2010
Saturday, 02 April 2011 00:00

Saksikan, Talk Show Kesehatan interaktif bersama dokter  RS. Immanuel Bandung di BandungTV

Dengan judul : 'Di Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Sehat"

Bersama narasumber dr. Jan Piter Togap Sihombing, Sp.KJ, M.kes.

Hari: Minggu, 30 Mei 2010

Pukul : 10.00 wib

Mari kita saksikan 

 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 2 of 3

RSImmanuel Reg

Registrasi Online
http://www.rsimmanuel.net

Pendaftaran melalui WhatsApp

0811-2472-626